Adanya Jemaat GMIM di Desa Suwaan dilatarbelakangi dengan
masuknya Lembaga Gereja Nederlancsh Zending Gootschap (NZG) di Minahasa yang
bergerak dibidang Penginjilan, dan lewat
Sekolah Pendeta tempat untuk pendidikan dan pembinaan tenaga-tenaga utusan
Injil (Kweekschool) maka oleh Indische Kerk, di Minahasa dibagi dalama 10
distrik.
Dan Distrik Maumpi pada tahun 1881 dilayani Pendeta Jan Ten
Hove, meskipun untuk pelayanan Pemandian (Baptisan) Tahun 1852-1855 pernah
dilayani oleh Pendeta F.M. Linemaan yang datang dari Kema ke Distrik Maumbi
yang pada waktu itu Kepala Pemerintahan Distrik Maumbi sebagai Pendeta Distrik.
Jan Ten Hove dibantu oleh Major E.
Rotinsulu, Penulong Leonard Kaseger sebagai Inland Lezaar di Jemaat Kolongan
dengan Wilayah Pelayanan meliputi daerah-daerah sekitar termasuk Suwaan yang
diperkirakan pelayanannya di Tahun 1920, kemudian diikuti Penulong Frits Nigi
yang berasal dari Kolongan. Jemaat Suwaan pada waktu itu bergereja di Kolongan.
Pada tanggal 9 Nopember 1922 dikeluarkan besluit dari
residen Van Manado untuk Ibrahim Rotinsulu sebagai goeroe Djemaat di Suwaan
(district Tonsea).
Pada tanggal 7 Desember 1922 keluar surat (Vervijs)
pengangkatan yang waktu itu disebut dipangkatkan Guru Jemaat Nicolaus Sompie di
Suwaan oleh De Hullprediker Van Maumbi dimana Jemaat waktu itu bergereja di
rumah Kel. Tuegeh-Rumampuk yang sekarang Kel. Tuegeh-Dungus.
Rumah tempat peribadatan para
Jemaat tak dapat lagi menampung karena semakin bertambahnya anggota jemaat.
Para Majelis mencari jalan keluar tepatnya pada tahun 1928 tokoh-tokoh gereja
dan masyarakat membangun Panitia Pembangunan Gereja. Pada saat itu tekat
membangun para jemaat sanggat tinggi, keinginan untuk memiliki Gedung Gereja.
Anggota jemaat dengan bergotong-royong, maka tercapai jua apa yang mereka
inginkan, satu Gedung Gereja yang sederhana semi permanen.
Gedung Gereja semi permanen diatas tanah pemberian dari
Nemuel Sompie yang biasa disapa dengan Tete Usop. Pada tanggal 30 April 1930
(tanggal lahir dari RATU JULIANA) ditahbiskan Gedung Gereja dengan nama “EBEN
HAESER”, kemudian penulisannya di robah menjadi
“ EBEN HA-EZER” sesuai dengna bahasa Alkitabiah, yang sebelumnya adalah
bernama “JULIANA KERK”.
Tahun 1966
terjadilah perobahan istilah Guru Jemaat menjadi Ketua Jemaat. Jemaat Suwaan
pada waktu itu terbagi 3 kolom dengan 59 KK. Tahun 1985 dimekarkan menjadi 8
kolom dengan jumlah 259 KK, kemudian tahun 2000 dimekarkan menjadi 13 kolom
dengan jumlah 278 KK. Dan Tahun 2010 diadakan Sensus Jemaat terakhir Jemaat
“EBEN HAEZER” SUWAAN dengan jumlah 317 KK (Jumlah anggota jemaat 1.037).
Informasi Gedung Gereja sudah beberapa kali dilakukan
renovasi dan yang terakhir tahun 2006
sebagaimana yang ada sekarang.
Tokoh
Gereja ditahun 1922 sebagai Guru Jemaat yang pertama adalah Corolus Nicolas
Sompie bersama dengan tokoh-tokoh Gereja lainnya yang mengusahakan pembangunan
Gereja, yaitu:
Guru Jemaat : Coralus Nicolas Sompie (Papa Fien)
Sekretaris : Pither Rotinsulu (Papa Lalo)
Bendahara : Ferdinand Gimon (Tete Rie)
Penatua : Petrus Lumongdong
Hendrik Runtupalit
Jan Sompie
Syamset : Lambertus Wenas
Abraham Koondok
Lefsimus Mamangkey
Wilem Rotie
Hukum Tua : Ibrahim Rotinsulu (Tete Lalo)
Juru Tulis : Eldat Sompie
Kepala Jaga : Lodewic Rondonuwu
Meweteng : Nemuel Wenas


